| CURAHAN HATI DAN HARAPAN KAMPAK FC KEPADA PENGURUS DAN PEMAIN PSMS MEDAN " HARGAI SUPPORTER DAN BERSIKAP PROFESSIONALAH!" | by Herna Jacqueline Christnatasha for everyone |

| Category: | Other |
CURAHAN HATI DAN HARAPAN KAMPAK FC KEPADA PENGURUS DAN PEMAIN PSMS MEDAN "HARGAI SUPPORTER DAN BERSIKAP PROFESSIONALAH!"
Berjuanglah PSMS MEDANKU, hadapilah lawan-lawanmu. Menghadang, Ayam Kinantan siap untuk menang. Jangan gentar, anak MEDAN pantang menyerah. Poin penuh, itulah yang KAMPAK FC harapkan dalam laga PSMS MEDAN berikutnya... Untuk mengobati kekecewaan kini yang sedang kami alami.
Kenapa tidak, di dua pertandingan home, PSMS sebagai kandidat juara belum menunjukkan kualitas bermain sebagai calon juara Liga tahun 2005. Kekecewaan para supporter dalam tergabung dalam KAMPAK FC juga semakin bertambah. Ini disebabkan karena ucapan seorang pengurus yang pernah dilangsir Harian Sumut Pos. Saat itu dikatakannya bahwa "DICARI SUPPORTER SEJATI DI MEDAN." Nah ini menjadi suatu pukulan yang berat dari KAMPAK FC sendiri sebagai supporter.
Sempat timbul pertanyaan di kalangan anggota KAMPAK FC, "APAKAH KITA BUKAN SUPPORTER SEJATI, YANG BAGAIMANAKAH SUPPORTER SEJATI ITU?" Batin mereka dukungan yang selama ini diberikan KAMPAK FC seperti tidak dihargai apa-apa. Padahal KAMPAK FC telah melakukan tur untuk membela PSMS. "Tour yang kita lakukan yaitu ke PSPS (Stadion Rumbai), Persija (Stadion Lebak Bulus) bahkan hingga ke Tangerang."
Satu alasan lagi, kenapa supporter Medan dibandingkan dengan supporter yang lebih maju di JAWA? "Yah, jelas mereka lebih maju. Sebab, mereka didukung oleh pengurus club yang mereka dukung. Seharusnya memang seperti itu. Mereka dapat dana setiap bulan, bahkan dalam jumlah yang besar. Masih teringat seorang pengurus minta Stadion Teladan itu hijau semua sehingga supporter di Stadion Teladan mampu membuat tim lawan gemetar sebelum bertanding! Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, kalau tidak ada hubungan yang baik atau tidak ada feedback (dukungan)."
Kenapa masih ada anggapan "GAK ADA SUPPORTER JUGA GAK APA-APA, BANYAK YANG MAU NONTON KOK!" Kita semua mengetahui kemenangan Persija di Lebak Bulus bukan 100% hasil pola bermain mereka, mereka GUNAKAN SUPPORTER SEBAGAI PEMAIN KE 12 di setiap pertandingan.
Lain PSMS MEDAN, dari dulu PSMS ketika buntu di lapangan, rasa fanatisme supporter yang bisa memecahkan kebuntuan para pemain dengan meneriakkan "PSMS DIDADAKU PSMS KEBANGGAANKU, KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG." Sehingga membuahkan hasil kemenangan. Dan ini bukti ketika PSMS MEDAN lolos ke Senayan saat Slamet Ryadi dkk bermain untuk PSMS MEDAN, dimana ketika kedudukan imbang atau belum membuahkan gol dan juga tengah terjadi kebuntuan di pemain PSMS MEDAN, Slamet Ryadi langsung menghampiri semua pendukung PSMS Medan yang ada di Stadion Teladan (tribun terbuka dan tertutup) dengan menaikkan kedua tangannya untuk menyatakan kalimat, "AYO DUKUNG KAMI."
Kini hal itu sangat minim terjadi, bahkan hampir tidak pernah. Para pemain jarang datang beramai-ramai memberikan perhatian kepada pendukung dan supporter di tribun terbuka di Stadion Teladan. Kenapa? Apa pemain tidak mengetahui bahwa ketika mereka datang menghampiri para pendukung di tribun itu merupakan suatu tenaga baru untuk lebih semangat memberikan dukungan. Apakah para pemain tidak menganggap perlunya dukungan dari supporter? Menjadi suatu pertanyaan yang egois memang. Tapi itulah kenyataan yang dirasakan di setiap pertandingan. Atau ada alasan lain dibalik itu semua yang tidak diketahui para pendukung dan supporter PSMS MEDAN.
Tapi, walaupun bagaimanapun, yang namanya supporter, harus tetap mendukung. Didukung atau tidak itu mereupakan resiko untuk penguyubban supporter yang menamakan dirinya KAMPAK FC. Supporter dan pendukung juga bisa menilai hasil dari pertandingan apakah PSMS MEDAN bermain bagus atau tidak, jadi kalah kalah itu biasa, tapi kalah terus itu LUAR BIASA. Artinya jangan dijadikan kalau bermain di Stadion Teladan menjadi beban. Tim yang bermain bagus dan menang, itulah yang diharapkan supporter.
Kepada pemain berharap agar mereka bisa bersikap professional. Mereka harus siap bertarung mati-matian dan siap untuk dicaci dan dipuji. Itulah kehidupan dari seorang pemain bola professional. Seorang Michael Owen saja bisa duduk di bangku cadangan, kalau belum menunjukkan performance yang layak untuk menjadi strater! Jangan ada kecemburuan diantara sesama pemain "HARUS BERSATU" No CHILE, No LOCAL but ONLY FOR PSMS MEDAN." Dan yang pasti selama hujan masih dari atas langit, KAMPAK FC akan tetap exist mendukung PSMS, walaupun banyak rintangan yang dihadapi. PSMS MEDAN Ribak Sude", KAMPAK FC Dame ma dihita" dan SUTAN HARHARA, YOU ARE NEVER WALK ALONE...........
Berjuanglah PSMS MEDANKU, hadapilah lawan-lawanmu. Menghadang, Ayam Kinantan siap untuk menang. Jangan gentar, anak MEDAN pantang menyerah. Poin penuh, itulah yang KAMPAK FC harapkan dalam laga PSMS MEDAN berikutnya... Untuk mengobati kekecewaan kini yang sedang kami alami.
Kenapa tidak, di dua pertandingan home, PSMS sebagai kandidat juara belum menunjukkan kualitas bermain sebagai calon juara Liga tahun 2005. Kekecewaan para supporter dalam tergabung dalam KAMPAK FC juga semakin bertambah. Ini disebabkan karena ucapan seorang pengurus yang pernah dilangsir Harian Sumut Pos. Saat itu dikatakannya bahwa "DICARI SUPPORTER SEJATI DI MEDAN." Nah ini menjadi suatu pukulan yang berat dari KAMPAK FC sendiri sebagai supporter.
Sempat timbul pertanyaan di kalangan anggota KAMPAK FC, "APAKAH KITA BUKAN SUPPORTER SEJATI, YANG BAGAIMANAKAH SUPPORTER SEJATI ITU?" Batin mereka dukungan yang selama ini diberikan KAMPAK FC seperti tidak dihargai apa-apa. Padahal KAMPAK FC telah melakukan tur untuk membela PSMS. "Tour yang kita lakukan yaitu ke PSPS (Stadion Rumbai), Persija (Stadion Lebak Bulus) bahkan hingga ke Tangerang."
Satu alasan lagi, kenapa supporter Medan dibandingkan dengan supporter yang lebih maju di JAWA? "Yah, jelas mereka lebih maju. Sebab, mereka didukung oleh pengurus club yang mereka dukung. Seharusnya memang seperti itu. Mereka dapat dana setiap bulan, bahkan dalam jumlah yang besar. Masih teringat seorang pengurus minta Stadion Teladan itu hijau semua sehingga supporter di Stadion Teladan mampu membuat tim lawan gemetar sebelum bertanding! Bagaimana mungkin itu bisa terjadi, kalau tidak ada hubungan yang baik atau tidak ada feedback (dukungan)."
Kenapa masih ada anggapan "GAK ADA SUPPORTER JUGA GAK APA-APA, BANYAK YANG MAU NONTON KOK!" Kita semua mengetahui kemenangan Persija di Lebak Bulus bukan 100% hasil pola bermain mereka, mereka GUNAKAN SUPPORTER SEBAGAI PEMAIN KE 12 di setiap pertandingan.
Lain PSMS MEDAN, dari dulu PSMS ketika buntu di lapangan, rasa fanatisme supporter yang bisa memecahkan kebuntuan para pemain dengan meneriakkan "PSMS DIDADAKU PSMS KEBANGGAANKU, KUYAKIN HARI INI PASTI MENANG." Sehingga membuahkan hasil kemenangan. Dan ini bukti ketika PSMS MEDAN lolos ke Senayan saat Slamet Ryadi dkk bermain untuk PSMS MEDAN, dimana ketika kedudukan imbang atau belum membuahkan gol dan juga tengah terjadi kebuntuan di pemain PSMS MEDAN, Slamet Ryadi langsung menghampiri semua pendukung PSMS Medan yang ada di Stadion Teladan (tribun terbuka dan tertutup) dengan menaikkan kedua tangannya untuk menyatakan kalimat, "AYO DUKUNG KAMI."
Kini hal itu sangat minim terjadi, bahkan hampir tidak pernah. Para pemain jarang datang beramai-ramai memberikan perhatian kepada pendukung dan supporter di tribun terbuka di Stadion Teladan. Kenapa? Apa pemain tidak mengetahui bahwa ketika mereka datang menghampiri para pendukung di tribun itu merupakan suatu tenaga baru untuk lebih semangat memberikan dukungan. Apakah para pemain tidak menganggap perlunya dukungan dari supporter? Menjadi suatu pertanyaan yang egois memang. Tapi itulah kenyataan yang dirasakan di setiap pertandingan. Atau ada alasan lain dibalik itu semua yang tidak diketahui para pendukung dan supporter PSMS MEDAN.
Tapi, walaupun bagaimanapun, yang namanya supporter, harus tetap mendukung. Didukung atau tidak itu mereupakan resiko untuk penguyubban supporter yang menamakan dirinya KAMPAK FC. Supporter dan pendukung juga bisa menilai hasil dari pertandingan apakah PSMS MEDAN bermain bagus atau tidak, jadi kalah kalah itu biasa, tapi kalah terus itu LUAR BIASA. Artinya jangan dijadikan kalau bermain di Stadion Teladan menjadi beban. Tim yang bermain bagus dan menang, itulah yang diharapkan supporter.
Kepada pemain berharap agar mereka bisa bersikap professional. Mereka harus siap bertarung mati-matian dan siap untuk dicaci dan dipuji. Itulah kehidupan dari seorang pemain bola professional. Seorang Michael Owen saja bisa duduk di bangku cadangan, kalau belum menunjukkan performance yang layak untuk menjadi strater! Jangan ada kecemburuan diantara sesama pemain "HARUS BERSATU" No CHILE, No LOCAL but ONLY FOR PSMS MEDAN." Dan yang pasti selama hujan masih dari atas langit, KAMPAK FC akan tetap exist mendukung PSMS, walaupun banyak rintangan yang dihadapi. PSMS MEDAN Ribak Sude", KAMPAK FC Dame ma dihita" dan SUTAN HARHARA, YOU ARE NEVER WALK ALONE...........

Tidak ada komentar:
Posting Komentar